BERITA UTAMAHUKUMMEDAN TERKININASIONAL

Limbah Indstri Dibuang Ke Sungai Deli Buat Dapil II DPRD Medan Berang, Awan Mera Laporkan Pencemaran Lingkungan Ke LHK

 

BELAWAN (podiumindonesia.com)- DPRD Medan daerah pemilihan II (Kecamatan Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan, dan Kecamatan Medan Belawan), Abdul Rani berang.

Pasalnya, dia mendapat info adanya perusahaan industri yang buang limbah sembarangan di wilayah pemilihannya (Ke sungai Deli-red). Wakil rakyat ini pun menyoroti dari sisi penegakan hukum.

“Masalah limbah ini saya soroti dari sisi hukumnya sesuai dengan bidang saya. Sebagai daerah pemilihan II, saya Sahuti aspirasi masyarakat yang resah akibat limbah di sana. Laporkan ke wilayah hukum 1 tentang adanya indikasi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari perusahaan tersebut,” tegas anggota DPRD Medan daerah pemilihan II, Abdul Rani pada tim Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera), Rabu (26/5/2021).

Sesuai Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2009, lanjut Abdul Rani, di antaranya bahasan tentang berubahnya warna air sungai akibat limbah dan tes uji. Bila indikasi itu ditemukan maka tindak secara hukum. “Jangan lagi dinegosiasi, tidak ada lagi koordinasi, agar nantinya tidak ada lagi perusahaan industri yang buang limbah ke sungai Deli,” tykas Abdul Rani yang sekaligus jelaskan Komisi II DPRD Medan tangani soal limbah.

Ketua Awan Mera, Nursidin AR melalui Sekretaris A. Rahman mengatakan, pihaknya akan melaporkan pencemaran lingkungan kepada Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (LHK).

“Keresahan masyarakat akibat bau busuk yang diduga kuat ditimbulkan dari produksi industri minyak di PT. BEST Medan harus disikapi serius. Warga sejak lama resah, namun ada saja pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi memecah keresahan masyarakat sehingga keluhan tersebut selalu gagal diangkat kepermukaan. Dalam hal ini Awan Mera akan coba teruskan pencemaran lingkungan tersebut ke Menteri LHK di Jakarta,” kata A. Rahman.

Dalam amatan Awan Mera, lanjut A. Rahman, perusahaan industri minyak PT. BEST Medan berada di tengah padat penduduk, tentunya kerugian immaterial seperti resah akibat suara bising, aroma tidak sedap, ataupun lainnya pasti dirasakan masyarakat sekitar. Harusnya perusahaan industri tersebut tidak berada di lingkungan padat penduduk.

Begitu juga dengan pembuangan limbah industrinya, sungai Deli bukanlah tempat pembuangan limbah perusahaan. Apalagi perusahaan yang menggunakan bahan kimia untuk kepentingan produksinya. “Bohong jika perusahaan itu mengaku memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang sesuai dengan standard yang ditetapkan pemerintah. Oleh sebab itulah, kasus pencemaran lingkungan yang dialami warga lingkungan 1 lorong 12 Tanjung Mulia Medan Deli harus dilaporkan ke Menteri LHK,” sebutnya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT. BEST Medan terkesan bungkam (tidak menjawab konfirmasi tim wartawan). (pi/din)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button