MEDAN (podiumindonesia.com)- Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Mahasiswa Fakultas Teknik Prodi Teknik Mesin bentrok di areal Kampus Nommensen Medan. Saling lempar pun tidak terelakkan. Batu ukuran kecil dan besar serta kayu beterbangan di areal kampus tersebut.
Terkait bentrok mahasiswa tersebut, Tony, mahasiswa Universitas Nommensen, menyebut asal muasal bentrok kedua fakultas tersebut.
“Jadi orang ini kan main futsal. Fakultas pertanian kalah 2-3 atas Teknik Mesin. Terus enggak tahu entah kenapa ribut-ribut lah, sehingga sampai sekarang bentrok,” ujarnya di depan Universitas Nommensen, Rabu (18/4).
Tony juga mengatakan bahwa mahasiswa Teknik Mesin sempat cakap kotor kepada pemain mahasiswa Pertanian, sehingga menimbulkan perselisihan.
“Karena mereka kalah, memang orang mesin sempat cakap kotor ke Pertanian, ‘kok ngomong cakap kotor kok bisa menang’ kata orang tu,” ucapnya lagi.
Perselisihan tersebut, saling lempar batu tidak terelakkan. Dalam bentrok tersebut, bunyi ledakan seperti mercon pun ikut dilempar mahasiswa. Mendengar ledakan tersebut, Tony membenarkan bahwa ada pelemparan mercon.
“Iya tadi ada kudengar, ku kira senjata polisi, ternyata mercun,” ujarnya lagi.
Dalam perselisihan kedua kubu tersebut, areal kampus terlihat bertebaran batu berukuran kecil dan besar, kayu dan kampus terlihat kotor karena lemparan batu dan pasir. (PI/TRB)







