MEDAN (podiumindonesia.com)- Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai masyarakat adat sering terlupakan. Padahal masyarakat adat yang dahulu berjuang begitu keras mempertahankan nilai leluhur budayanya.
“Indonesia memiliki karakter santun, toleran, budi pekerti, mari kita lihat hari ini sedikit banyak pengaruh kemajuan teknologi, pengaruh kemajuan zaman. Jangan sampai itu semua membuat jati diri bangsa keluar dan jangan sampai melupakan sejarah panjang. Memang sejarah mengandung suka duka, tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dan dapat dijadikan referensi untuk membangun negara ini,” terangnya.
AHY juga didoakan menjadi pemimpin masa depan oleh masyarakat Kerajaan Deli. “Kalau mas (AHY) jadi pemimpin, tolong jangan lupakan adat,” kata Datuk Adil Fredy Abraham, saat memberikan kata sambutan atas kehadiran AHY di Istana Maimun, Senin (4/6).
Dia juga berharap AHY dapat mengembalikan jati diri kesultanan yang ada di Sumut. Sebab, dalam perjalanan bangsa ini, bahwa NKRI adalah bagian dari kerahaan yang ada di Indonesia.
Tokoh Melayu, Sarifudin Siba menyebut pihaknya siap memberikan dukungan kepada AHY dimasa yang akan datang. “Potensi masyarakat Melayu di Nusantara ini sangat luas, kami ada di 16 Provinsi. Kalau mas AHY peduli akan adat, kami akan nilai mendukung perjuangan mas AHY,” imbuhnya.
Sarifuddin juga melihat fenomena pemimpin saat ini yang sangat diremehkan oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang menjadi bahan olok-olokan.
“Presiden diremehkan, karena melupakan adat. Kalau jadi pemimpin, jangan sampai melupakan adat,” bilangnya. (PI/MBC)







