Beranda MEDAN TERKINI Haslan Madli Tambunan Beberkan Kenapa Maju Lewat PSI (2)

Haslan Madli Tambunan Beberkan Kenapa Maju Lewat PSI (2)

265
0

MEDAN (podiumindonesia.com)- Mungkin jawaban ‘polos’ awak membuat timsel ragu dengan untuk meluluskan. Jujur aja, awak di partai tidak punya ‘deking’ atau teman yg bisa dilobby-lobby.

Tuntas sudah perjuangan ditahap dua penjaringan Bacaleg PSI. Tinggal menunggu pengumuman hasilnya. Pendaftaran awak maju ini tidak ada yang mengetahui, selain istri. Awak tak ingin mengumbar ‘kabar-kabar’ tersebut, cukup Keep and Smile…

Berselang beberapa minggu kemudian, hasil ujian wawancara keluar. “Alhamdulillah, lulus”. Tapi, kelulusan itu dengan catatan verifikasi tambahan. Di mana awak disuruh menulis lagi secara luas seputar PSI dan juga pangsa ‘pasar’ PSI di Kota Medan.

Memasuki tahap ketiga, yakni Test Sosialisasi, mau tidak mau awak harus tampil ke publik. Menginformasikan diri bahwasanya mencalonkan diri sebagai Bacaleg untuk tahun 2019 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Test ketiga ini merupakan ujian paling mendebarkan. Mental diuji untuk menghadapi pemilih (masyarakat) baik di sekitar kampung sendiri maupun di luar.

Sang istri pun ikut juga dibuat pening menghadapi lika-liku perjuangan ini. Sampai-sampai meneteskan air mata, sepulangnya mensosialisasikan suaminya yang tak seberapa ini ke tengah masyarakat. Berharap dukungan dari masyarakat untuk memberikan ‘suaranya’ berupa secarik kertas fotocopy KTP berikut pengisian form dukungan yang ditandatangani.

“Sabar, ma”, ucap awak sama istri. Inilah cobaan yang harus kita hadapi dengan penuh kesabaran. Belum seberapa ini. Kita maklum aja, masih banyak masyarakat yang notabenenya berpikir ‘wani piro’ jika tahu kita ini mencalonkan. Pasti ada jalan lain. “Sabar aja. Doakan ada jalannya,” cetus ku.

Tahap ujian ketiga ini membutuhkan waktu dalam sebulan mengumpulkan minimal 100 KTP beserta Form Dukungan, dari ketentuan partai. Memang inilah tantangan terberat, mental dibuat down, yang harus memutarbalikan pikiran mencari jalan keluarnya.

Terbesit dibenak ingin melakukan kecurangan dengan menggunakan ‘The Power Journalist’. Mungkin dengan power tersebut, mungkin mudah mendapatkan itu semua. Sekali ngomong ke salah satu instansi, pasti dalam hitungan hari terkumpulkan itu semua. Jangankan 100 KTP, 1000 KTP pun dapat dengan mudah.

Tapi itu, tidak ingin kulakukan. Terbenak dipikirkan jika perilakukan menyimpang itu ku lakukan sama saja donk awak dengan orang-orang lain yang pernah melakukannya. Belum lagi duduk sudah melakukan kecurangan. “Itu tidak benar,” gumam ku menenangkan hati istri saat itu.

Ya, kita lanjutkan perjuangan ini dengan apa adanya. Lagian tidak terlalu berambisi untuk ‘JADI’. Biar lah seperti air mengalir. Rejeki itu tak kemana. Niat baik pasti berbuah hasil baik.

Terpikirkan untuk bagaimana menebar jaringan pertemanan, untuk membantu awak. Ya, bagi teman-teman yang tahu lah sosok awak. Satu per satu teman awak calling. Baik teman SMP di Muhammadiyah 7 Medan maupun teman SMA Negeri 7 Medan. Selain itu, kawan-kawan jurnalis juga ikut membantu.

Alhamdulillah ada jalan keluar. Ternyata teman-teman berpikir positif mengenai awak. Siap membantu tanpa ada iming-iming atau pamrih ini itu. Jalan sudah terbuka lebar, dengan usaha dan doa awak sama Sang Illahi. Awak berdoa, “Jika langkah ini Engkau ridhoi mudahkannya. Tapi, jika jalan ini menurut Engkau tak baik untuk hamba mu ini, maka jauhkan sejauhnya”. Minta ku sama sang Maha Kuasa. (bersambung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini