LANGKAT (podiumindonesia.com)- Warga Kabupaten Langkat menggelar salat gaib berjemaah untuk para korban musibah bencana alam, gempa dan tsunami di Donggala, Palu dan Sigi Sulawesi Tengah.
Salat Gaib tersebut dilaksanakan seusai pelaksanaan salat Jumat, di masjid Syuhada Komplek Perkantoran Bupati Langkat, Jumat (5/10).
Salat Ghaib diimami oleh H Syahrizal. Dalam kesempatan tersebut H Syarizal yang juga menjabat sebagai Kabag Kesos Pemkab Langkat mengatakan salat ghaib yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian dan rasa prihatin atas musibah yang dialami para korban di daerah Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah.
“Hal ini juga merupakan himbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat agar melaksanakan salat ghaib, sebagai bentuk bela sungkawa serta kepedulian sesama umat, sebangsa dan setanah air,” katanya.
Salat ghaib adalah salat pengganti salat jenazah, yaitu salat yang dilakukan kepada sesama Muslim yang telah meninggal, namun karena keterbatasan jarak berada di tempat jauh, sehingga dapat mengerjakan salat jenazah di lokasi berbeda.
“Jika terdapat keluarga atau Muslim lain yang meninggal di tempat yang jauh sehingga jenazahnya tidak bisa dihadirkan maka dapat dilakukan salat ghaib atas jenazah tersebut,” jelas Syahrizal.
Dalam khutbah Jumat, Syahrizal mengangkat tema agar mengambil hikmah atas musibah. Syahrizal mengajak jemaah merenung dan evaluasi diri menimbang belakangan ini musibah bencana alam di beberapa daerah terjadi.
“Mari berkaca atas bencana yang menimpa saudara kita, musibah bencana alam yang dialami oleh saudara kita di daerah Nusa Tenggara Barat masih dalam taraf pemulihan, kini bencana alam juga melanda Donggala, Palu dan Sigi Sulawesi Tengah.
“Mari kita jadikan iktibar dan intropeksi diri atas musibah yang sedang dialami saudara kita, kita bermohon keselamatan, mari kita tingkatkan amal ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt,” sebutnya. (PI/TRB)







