LANGKAT – Pemerintah Desa Secanggang Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, mengelar kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) yang bertempat di Balai Gedung Seni.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Selotong Sumariono, SH, Kepala Desa Sungai Ular Misran, Kepala Desa Tanjung Ibus diwakili Sekdes, Kepala Desa Pantai Gading, Kepala Desa Jaring Halus, Kepala Desa Karang Gading, Amenson Girsang Kabid wilayah I KSDA Sumut, Anggota, Kader Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Kelompok Perempuan, Penyandang disabilitas, Pemuda, serta Perwakilan berbagai unsur masyarakat desa. pada Senin 15 Juni 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan desa dalam mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Secanggang T. Syaiful Anhar menyampaikan bahwa pembangunan desa harus memberikan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan gender, kondisi fisik, usia, maupun latar belakang sosial, “penerapan prinsip GEDSI menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Selaku narasumber Nita Rosita menjelaskan berbagai konsep dasar GEDSI, termasuk pentingnya pelibatan perempuan, kelompok rentan, penyandang disabilitas, serta kelompok marjinal dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai identifikasi kebutuhan kelompok rentan dan strategi penyusunan program desa yang lebih inklusif.
Selain pemaparan materi, kegiatan diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan dalam upaya mewujudkan partisipasi yang lebih luas dalam pembangunan desa. Melalui diskusi tersebut, diharapkan muncul berbagai rekomendasi yang dapat diterapkan dalam penyusunan program dan kegiatan desa ke depan.
Kegiatan workshop dan sosialisasi GEDSI ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan, inklusi, dan penghormatan terhadap hak-hak setiap warga. Dengan demikian, pembangunan desa dapat berjalan lebih partisipatif, adil, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung penerapan prinsip GEDSI dalam setiap tahapan pembangunan desa demi terwujudnya desa yang inklusif.
Red







