UNIMED Berpartisipasi dalam KONASPI XII 2026 Menuju Transformasi Pendidikan Indonesia

0
11

JAKARTA (podiumindonesia.com) – Universitas Negeri Medan (UNIMED) berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Forum nasional tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), akademisi, pakar pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas arah transformasi pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

KONASPI XII 2026 diikuti oleh 12 LPTK se-Indonesia. Keikutsertaan UNIMED menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nasional, khususnya melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi guru, pengembangan riset dan inovasi, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Salah satu isu strategis yang mengemuka dalam KONASPI XII adalah penguatan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks tersebut, LPTK memiliki peran penting tidak hanya dalam mempersiapkan calon pendidik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, penelitian, serta peningkatan profesionalisme guru.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan ilmu-ilmu fundamental atau hard science, seperti matematika, fisika, dan kimia.

Penguasaan bidang tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, inovatif, serta mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perguruan tinggi juga didorong untuk terus melakukan transformasi agar tidak hanya berorientasi pada proses pendidikan dan kelulusan mahasiswa. Perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan riset, inovasi, serta solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan industri, pemerintah, serta pembangunan daerah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya keterhubungan ekosistem pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi.

Peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan seiring dengan penguatan kompetensi guru, pembangunan karakter peserta didik, layanan bimbingan dan konseling yang humanis, serta penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).

Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., mengatakan KONASPI XII menjadi forum penting bagi LPTK untuk menyatukan gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan pendidikan Indonesia ke depan.

“Menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, LPTK memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lahirnya guru-guru profesional yang tidak hanya menguasai pedagogik, tetapi juga memiliki kompetensi keilmuan, kemampuan digital, kreativitas, dan karakter yang kuat,” ujar Prof. Baharuddin.

Menurutnya, penguatan hard science perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pedagogik dan penguatan karakter. Guru masa depan harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus menjadi penggerak inovasi dalam proses pendidikan.

“Kita ingin LPTK tidak hanya mencetak guru, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan guru profesional dan inovatif. Sinergi antara pemerintah, LPTK, sekolah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat menjadi penting agar pendidikan terus relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman,” tambahnya.

Melalui KONASPI XII 2026, kolaborasi antar-LPTK diharapkan semakin kuat dalam menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan inovasi pendidikan berbasis kajian akademik.

Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas guru, pengembangan pembelajaran inovatif, serta pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan nasional.

Partisipasi UNIMED dalam KONASPI XII 2026 menjadi bagian dari upaya universitas untuk terus mengambil peran dalam transformasi pendidikan Indonesia.

Melalui penguatan pendidikan berkualitas, pengembangan guru profesional, riset, inovasi, serta kolaborasi antar-LPTK, UNIMED berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here