Proyek Asal Jadi di Kampung Halaman Wakil Walikota Medan Jl.Gurilla Disorot

0
9

MEDAN – Proyek pemasangan paving blok di Jalan Gurilla, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, dengan anggaran APBD sebesar Rp396 juta, menuai sorotan tajam. Pasalnya, paving blok pada proyek yang dikerjakan CV Ruri Ariska tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dan pecah, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan dan pengawasan anggaran.

Ketua Koalisi Pemuda Masyarakat Perjuangan Bersatu, Koko Syahputra, menilai kondisi tersebut harus segera diperiksa oleh dinas terkait. Menurutnya, proyek yang menggunakan uang rakyat wajib dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan mengutamakan kualitas, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan.

“Anggaran Rp396 juta bukan uang kecil. Kalau paving blok sudah pecah, kualitas pekerjaannya patut dipertanyakan. Jangan sampai muncul dugaan rekanan lebih mengejar keuntungan besar daripada memastikan mutu pembangunan,” tegas Koko Syahputra.

Ia meminta Pemerintah Kota Medan tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Terlebih, Jalan Gurilla disebut berada di kampung halaman Wakil Wali Kota Medan. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri karena pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Koko juga mengingatkan bahwa pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan dapat mencoreng nama baik Wakil Wali Kota Medan. Karena itu, pengawasan terhadap proyek APBD harus dilakukan secara serius agar masyarakat tidak dirugikan oleh hasil pembangunan yang diduga tidak sesuai harapan.

“Jangan sampai uang rakyat ratusan juta rupiah digunakan, tetapi hasilnya justru mengecewakan. Kami mendesak dinas terkait dan Inspektorat turun langsung memeriksa proyek ini. Cocokkan kondisi di lapangan dengan kontrak, spesifikasi material, volume pekerjaan, dan nilai anggarannya,” ujarnya.

Koalisi Pemuda Masyarakat Perjuangan Bersatu mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut. Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pihak pelaksana harus diminta melakukan perbaikan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Koko Syahputra menegaskan, uang rakyat harus menghasilkan pembangunan berkualitas, bukan pekerjaan yang menimbulkan tanda tanya.Ia meminta Pemerintah Kota Medan bersikap tegas dan tidak membiarkan persoalan ini berlalu tanpa evaluasi.

Hingga berita ini disusun, penyebab kerusakan paving blok dan kesesuaian pekerjaan dengan kontrak masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis. Klarifikasi dari CV Ruri Ariska dan dinas terkait juga diperlukan untuk memberikan penjelasan yang berimbang kepada masyarakat.rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here