LANGKAT (podiumindonesia.com)- Terhitung 6 bulan lagi Syah Afandin mengabdi di Kabupaten Langkat. Sebab sesuai aturan dan peraturan tepat pada 29 Desember 2023 ini, Plt Bupati Langkat itu menyerahkan tampuk kekuasaan kepada pemerintah. Untuk sementara (setelah itu) Syah Afandin yang akrab disapa Bang Ondim ini menghitung waktu di Pilkada Serentak 2024.
Dan, selama 6 bulan ini pula Bang Ondim harus dan wajib memaksimalkan pekerjaan yang tertunda. Memang sejak diberi tanggug jawab sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat sepeninggalan Terbit Rencana Peranginangin ditahan KPK, Bang Ondim begitu menyingsingkan lengan.
Bukan apa-apa, pasalnya Bang Ondim ‘main’ tunggal, tanpa sang wakil. Artinya, meski dulu jadi wakil Bang Cana, tapi adik kandung H Syamsul Arifin ini toh tak jua berleha-leha. Bang Ondim tahu tugas dan fungsinya selaku orang kedua di Pemkab Langkat saat itu.
Nah, setahun menjabat Plt Bupati Langkat, kinerja Bang Ondim bersama aparaturnya boleh dikata ‘Cap Jempol’. Keluhan warga ditampung, aspirasi masyarakat disatukan untuk jadi bahan pembelajaran, mengutamakan silaturrahmi dan memandang rendah siapa pun. Sebab, pernah dikatakan Bang Ondim semua manusia sama di mata Tuhan, sang Khalik Allah SWT.
Setahun ini pula keharmonisan Pemkab Langkat dengan masyarakatnya terjalin dengan baik. Tak pelak, setiap kunjungannya ke kecamatan dan pedesaan di sana, Bang Ondim selaku dielu-elukan untuk kembali memegang tampuk Langkat. Secara diplomasi Bang Ondim memiliki kedekatan emosional dengan pejabat di pusat. Begitu pula halnya ‘kedekatannya’ dengan sang Pencipta Allah SWT.
Di setiap kesempatan Bang Ondim kerap mengingatkan bahwa kita selaku manusia tak ada apa-apanya jika dibanding Allah SWT, sang penguasa dunia. Untuk itu tetap taati perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Jangan pernah mengakui hebat dan yang terpenting tetap berbagi, dalam artian sedekah.
Melihat itu semua (apa yang dilakukan) Bang Ondim tampak jelas harmonisasinya di Bumi Amir Hamzah itu. Namun belakangan ada riak-riak dari oknum yang seolah ingin mencederai keharmonisan Bang Ondim dengan warganya. Ya, seperti isu yang bergulir di Kecamatan Secanggang. Sekilas tampak damai, pasca Bang Ondim meresmikan jalan di Kecamatan Secanggang, namun di balik itu semua tersirat oknum-oknum tertentu bermain di sana.
Terutama menyangkut ‘keabsahan’ dana ‘kusir’ BUMDes Secanggang. Kabar beredar dana BUMDes Secanggang diduga disalahgunakan pihak tertentu.Warga pun minta Plt Kades Secanggang Parsadanta Sembiring yang juga Camat Secanggang lebih jeli menilik pertanggungjawaban dana BUMDes.
Menurut khabar dan info yang berkembang, bahwa dana BUMdes dikelola secara sepihak (melibatkan keluarga-red) oknum Ketua BUMdes yang katanya didukung oknum Sekdes dan oknum BPD. Selain itu mengenai adanya penguasaan kolam pancing peninggalan Kades Alm Akhyar yang saat ini dikuasai kroni Ketua BUMdes.
Tak cuma ini, warga juga meminta agar Plt Kades Secanggang Parsadanta Sembiring mengurus dan menindaklanjuti janjinyanya ke Plt Bupati Langkat H Syah Afandin.
Kini warga Desa Secanggang mensinyalir seakan-akan ada pesanan atau orderan tertentu. Ini orderan siapa, pesanan siapa dan tujuan kerjanya untuk siapa?
Ini tahun politik dan banyak ‘itik berbulu ayam’ seperti ada tujuan terselubung agar PAW Kepala Desa Secanggang gagal dan terus dipegang oknum Plt Kades (ASN) sampai tahun 2025 mendatang.
Kabar tersiar lagi, saat itu ada 5 ‘Bom Waktu’ yang ditinggalkan Alm Akhyar dan yang paling penting disegerakan saat itu pemilihan dua Kadus di Desa Secanggang. Kondisi ini sepertinya harus ditindaklanjuti Bang Ondom. Ya, dengan maksud agar keharmonisan Bang Ondim dengan warga Desa Secanggang tak cedera oleh sikap dan prilaku oknum tertentu.
“Saya anak Melayu dan tak ingin daerah pesisir laut yang dihuni etnis melayu diobok-obok. Itu saja harapan saya,” demikian tegas Bang Syaiful di salah satu media. Dalam artian di sini, T Syaiful Anhar mengharapkan supaya Bang Ondim menyegerakan PAW Kades Secanggang. Sekali lagi diingatkan bahwa oknum tertentu di Desa Secanggang jangan mencederai Keharmonisan Bang Ondim dengan warganya. SEMOGA. (***)