Beranda OPINI “Tradisi’ Asupan Asap (Oleh: ESP. PARINDURI)

“Tradisi’ Asupan Asap (Oleh: ESP. PARINDURI)

141
0

BAYI yang baru lahir hingga masa pertumbuhan akan diberi asupan gizi. Berupa susu, nutrisi dan lainnya. Dan pemberian asupan gizi bukanlah tradisi namun suatu kewajiban.

Itu cerita asupan terhadap bayi. Bagaimana dengan asupan asap yang menerpa anak negeri? Nah, asupan asap ini tak memandang usia. Semuanya bisa kena. Asupan asap berakibat sakit sesak nafas, pencernaan terganggu dan yang paling berbahaya penderita asma.

Di negeri ini asupan asap seolah laiknya ‘tradisi’ tahunan. Memasuki musim kemarau asupan asap tersebut membuat resah. Ada yang berdelik karena kemarau panjang dan banyak lainnya pembukaan lahan baru untuk dijadikan perkebunan.

Pembakaran hutan membuat lahan baru itu tergolong tindak kriminal. Bahkan telah cukong-cukong berduit berakhir di balik jeruji besi. Tak jarang kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebarkan asap hingga ke negeri jiran.

Ingat beberapa tahun lalu, dua negeri jiran Malaysia dan Singapura sampai-sampai melayangkan surat keberatan kepada pemerintahan Indonesia. Ekspor asap nusantara jadi buah bibir dan belum teratasi.

Ya, itu tadi, kayaknya asupan asap menjadi tradisi di bumi pertiwi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada enam provinsi penyumbang asupan asap terbesar akibat karhutla.

Yakni Provosi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimanatan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemerintahan provinsi di sana menerapkan siaga darurat bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Selama 5 tahun ini pula jumlah kebakara hutan dan lahan di Indonesia mencapai 42.740 hektar.

Sementara produksi asupan asap terbesar itu berada di Provinsi Riau sebesar 2.830 hektar. Memprihatinkan, miris, ironis, dan entah apalagi namanya. Pastinya kasus karhutla menjadi momok tahunan anak bangsa.

Info teranyar menyebut di Kabupaten Pelalawan, Riau, jarak pandang cuma 100 meter. Kondisi ini membuat pengendara di sana sangat was-was. Kecelakaan membayangi andai kebakaran hutan tak cepat teratasi.

Akankah mimpi buruk asupan asap kian membooming? Atau bisa diminimalisir. Mari kita lihat dan cermati kebijakan pemerintah negeri ini. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini