Beranda DAERAH Sekolah Favorit, Skandal Memalukan: Ketika Guru Diduga Jadi Pelaku Pelecehan dan Pungli...

Sekolah Favorit, Skandal Memalukan: Ketika Guru Diduga Jadi Pelaku Pelecehan dan Pungli di SMKN 1 Percut Sei Tuan

164
0

DELI SERDANG – Seputar Dugaan Pelecehan Seksual dan Praktik Pungutan Liar (Pungli) yang Terjadi di SMK N 1 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, telah memicu gelombang protes dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa Indonesia (GPMI). Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kehadiran GPMI bertujuan untuk mempertanyakan sikap dan integritas moral oknum guru yang dianggap telah mencoreng dunia pendidikan. Mereka menilai bahwa dunia pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang aman, bermartabat, serta beretika, dengan mudahnya dirusak oleh oknum guru yang tidak berakhlak dan gagal dalam menjalankan dedikasi sebagai pendidik bagi para pelajar dan siswa. Terlebih lagi, SMK N 1 Percut Sei Tuan dikenal sebagai salah satu sekolah favorit, yang kini malang melintang dengan dugaan pelecehan seksual dan praktik pungutan liar.

Zainal Abidin, selaku Ketua Koordinator Aksi, dalam orasinya tepat di depan gerbang SMK N 1 Percut Sei Tuan menyampaikan desakan tegas agar tindakan oknum guru yang terlibat dalam dugaan pelecehan seksual mendapat perhatian serius dari pihak-pihak berwenang.

Lebih lanjut, Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan diduga melakukan pembiaran dan sengaja memelihara oknum guru yang nakal, tanpa adanya tindakan tegas dari pihak sekolah.

“Kami hari ini mendesak agar oknum guru yang melakukan pelecehan seksual dan guru-guru yang terlibat dalam praktik pungli segera diberhentikan dari sekolah dan status ASN-nya dicabut. Hal yang sama juga berlaku bagi Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan agar dicopot dari jabatannya,” tegas Zainal.

Ia pun menegaskan bahwa Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan memiliki tanggung jawab penuh atas segala aktivitas yang berlangsung di lingkungan sekolah.

“Apabila seluruh dugaan tersebut terbukti benar, maka sanksi tegas dan tindakan administratif harus segera dijatuhkan, termasuk pencopotan sementara pimpinan sekolah selama proses pemeriksaan berlangsung,” tambahnya.

Zainal juga menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak diindahkan, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, serta Dinas Pendidikan untuk menuntut langkah tegas atas tercemarnya dunia pendidikan di Kabupaten Deli Serdang.

Sementara itu, Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan, Daulat Siregar, pada Kamis, 18 Desember 2025, kembali memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan apapun terkait isu yang mencuat tersebut. Oleh sebab itu, berita ini terpaksa disampaikan ke meja redaksi demi kepentingan publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini