Karya Bakti Skala Besar Akan Membuka Akses Wilayah Kecamatan Petak Malai

0
9
Karya Bakti Skala Besar Akan Membuka Akses Wilayah Kecamatan Petak Malai

KATINGAN (podiumindonesia.com) – Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, masyarakat, dan dunia usaha mematangkan persiapan Karya Bakti Skala Besar untuk membuka akses wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, terutama di Kecamatan Petak Malai.

Program tersebut menyasar peningkatan jalan sepanjang sekitar 18 kilometer, pembangunan 15 jembatan, serta sejumlah fasilitas dasar masyarakat. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan ditargetkan mulai Senin, 28 September 2026.

Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Katingan, Firdaus, bersama Komandan Kodim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan Christian Rain, di ruang rapat PT Dwima, Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Jumat, 25 September 2026.

Rapat tersebut menjadi tahap finalisasi sebelum pekerjaan dimulai. Hadir sejumlah kepala perangkat daerah, camat Sanaman Mantikei dan Petak Malai, unsur TNI, perwakilan pemerintah desa, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan.

Sekda Katingan Christian Rain mengatakan Karya Bakti Skala Besar mendapat perhatian langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sehingga pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, program ini bukan hanya pekerjaan TNI, melainkan bentuk gotong royong yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Kegiatan utama ini adalah TNI bersama masyarakat. Sedangkan dari pemerintah, kita membantu dari sisi regulasi dan dukungan teknis, terutama Dinas PU. Tim teknis pemerintah perlu terlibat untuk memberikan pertimbangan agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan dan kondisi teknis,” ujarnya.

Christian juga meminta perusahaan di sekitar wilayah sasaran memberikan dukungan, baik berupa peralatan maupun kebutuhan lain untuk mempercepat pekerjaan.

Sekda Katingan menilai, program tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Katingan untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau, mengingat keterbatasan APBD membuat pembangunan infrastruktur berskala besar membutuhkan waktu panjang jika dikerjakan secara mandiri.

“Kalau kita proyeksikan pekerjaan ini, Kabupaten Katingan dengan kondisi sekarang tentu membutuhkan kemampuan yang sangat besar untuk melaksanakannya secara mandiri. Kalaupun bisa dilaksanakan, membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here