Alumni LikNas ’86’ Ansor: Masyarakat Diminta Waspada…

T Syaiful Anhar.

MEDAN (podiumindonesia.com)- Perkembangan politik di tanah air saat ini sudah tak beretika lagi. Aksi demi aksi terjadi yang disinyalir ditunggangi pihak-pihak tertentu. Ya, dengan maksud membuat gaduh agar Indonesia yang dikenal adem ayem gemah ripah loh jinawi menjadi antah berantah.

Keprihatinan atas kondisi ini diutarakan Alumni LikNas ’86’ Ansor, Tengku Syaiful Anhar, di Medan, Kamis (22/10/2020) kepada wartawan.

“Kalau kita keliru dan tak waspada membaca, melihat dan menganalisa situasi, bisa-bisa antek asing yang kita elu-elukan bagai dewa penyelamat negeri masuk dengan leluasi. Situasi ini amat berbahaya bagi negara dan merusak tatanan kebhinekaan kita,” sebut T Syaiful melalui kacamatanya.

Mirisnya lagi, menurut T Syaiful Anhar yang akrab disapa Bang Ifol ini, sebagai orang awam sulit untuk membedakan siapa sebenarnya yang membesar-besarkan isu Partai Komunis Indonesia (PKI). Apakah antek asing atau pun si penghianat yang bertopeng demi kepentingan rakyat! Kalangan mahasiswa, buruh dan agamawan di ujung negeri ini seperti seragam berteriak untuk hal yang tidak perlu dibesar-besarkan lagi.

“Secara pribadi saya meminta pada oknum-oknum yang sudah pernah menjadi abdi negara agar mensyukuri apa yang didapatkan ketika memimpin lembaga di negeri ini. Kenikmatan dan harta yang kalian dapatkan semasa berkuasa lebih baik digunakan untuk anak dan cucu kalian,” tegasnya menyindir.

Bang Ifol pun menyarankan lebih berbuatlah untuk kemaslahatan bagi bangsa dan negara. “Jangan bertindak yang aneh-aneh di usia senjamu. Tidakkah kalian takut, borok di masa lalumu akan dibuka orang? Misalnya tentang harta kalian yang berlimpah, apakah harta itu didapat secara halal dan tidak melanggar hukum,” ujar Bang Iful dengan nada bertanya.

Terlepas dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Jokowi selaku Presiden, beliau punya hak dan mandat yang mengikat untuk memimpin sampai tahun 2024.

Selaku relawan Rumah KH.Ma’ruf Amin Cabang Kabupaten Langkat, Bang Iful menyatakan sangat kecewa melihat kondisi saat ini. “Tapi secara akal sehat saya bisa memakluminya, karena bukan tidak mungkin ada sosok yang menggunting dalam lipatan di dalam kabinetnya,” pungkasnya. (pi/tsunami)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *