EKONOMI

Atasi Kekeringan | Distan Langkat Buat Sumur Dangkal

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, Nasirudi SP bersama Kasdim 0203/Langkat Mayor Inf Supriyono meninjau areal persawahan di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, Nasirudi SP bersama Kasdim 0203/Langkat Mayor Inf Supriyono meninjau areal persawahan di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang.

SECANGGANG (PODIUM) – Dinas Pertanian Kabupaten Langkat membangun sumur dangkal di areal persawahan tadah hujan yang berlokasi di Kecamatan Secanggang.

“Pembangunan sumur dangkal ini merupakan upaya untuk mengatasi kekeringan, agar target tanam dan panen tercapai,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Nasirudin SP, (6/2/2016), disela-sela peninjauan tanaman padi di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang.

“Kita bangun sumur dangkal ini untuk mengantisipasi kekeringan sawah tadah hujan, sembari menunggu pembangunan irigasi ditahun 2019 mendatang,” ujar Nasirudin.

Sumur dangkal ini diharapkan mampu mengairi areal persawahan petani di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang, seluas 1200 ha, meskipun kita targetkan 4000 ha.

Nasirudin juga mengatakan target tanam padi dari Oktober 2015 sampai Maret 2016 di Kabupaten Langkat seluas 36.700 ha, yang sudah ditanam 32.000 ha dan di bulan Januari 2016 target tanam 2023 ha, sudah tercapai 4.300 ha. Sedangkan pada bulan Februari ini target tanam 11.000 ha.

Nasirudin optimis target tanam se-Kabupaten Langkat akan tercapai hingga bulan Maret, hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja para PPL yang senantiasa bersama petani. Sedangkan untuk non teknisnya keterlibatan TNI melalui para Babinsa dilapangan juga banyak menunjang kinerja para petani.

“Kalau soal pupuk tidak usah kawatir, karena ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani sudah bisa ditebus, karena kebutuhan pupuk petani itu sudah tercover di RDKK,” jelasnya.

Terkait dengan irigasi, Nasirudin menjelaskan, saat ini di Kabupaten Langkat irigasi yang ada baru mampu mengairi areal persawahan seluas 8000 ha. Hal ini tentunya masih jauh dari harapan, namun dengan upaya membangun sumur dangkal diharapkan bisa mengurangi kemungkinan anomaly cuaca.

Dia menambahkan, bila irigasi tersebut selesai pada tahun 2019, maka ada empat kecamatan yang bisa menikmati irigasi itu seperti Kecamatan Stabat, Wampu, Hinai dan Secanggang.

“Kendati demikian, Kabupaten Langkat beberapa tahun belakangan ini selalu surplus beras, itu kontribusi kita untuk program nasional ketahanan pangan,” pungkasnya.

Paiso (46) salah seorang Ketua Kelompok Tani Desa Tanjung Ibus berharap kepada pemerintah, untuk segera membangun irigasi yang dibutuhkan oleh petani, agar target tanam maupun panen bisa tercapai untuk mensejahterakan petani serta ikut mensukseskan program ketahanan pangan untuk mencapai swasembada beras. (PI – lk)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button