Beranda DAERAH BKSDA Sumut ‘Bergerilya’ Cari Penampakan 3 Ekor Buaya Di Langkat

BKSDA Sumut ‘Bergerilya’ Cari Penampakan 3 Ekor Buaya Di Langkat

224
0

TANJUNGPURA (podiumindonesia.com)- Keberadaan tiga ekor buaya beberapa hari ini di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, terus menarik perhatian masyarakat.

“Jika tidak melibatkan pihak profesional dan dinas terkait BKSDA serta pihak keamanan terang ini jika di lakukan pembiaran bukan hanya meresahkan dan nelayan tidak berani melaut, namun akan mengancam nyawa nelayan setempat,” kata Rudi (40) warga Sanggalima, Kecamatan Gebang, kemarin.

Camat Tanjung Pura, Taufik Reza membenarkan hal itu bahwa kemunculan buaya sudah adanya laporan pihak Desa Pulau Banyak. “Saya sudah berkoordinasi bersama pihak BKSDA Sumut untuk penanganan terhadap buaya itu selanjutnya,” sebut Camat.

Sedangkan Kepala Seksi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut, Herbert Aritonang melalui pesan singkat mengaku akan menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

“Tentang kemunculan satwa liar buaya di Desa Pulau Banyak kecamatan Tanjung Pura tim Wild life Rescue SKW 2 telah melakukan monitoring dan koordinasi ke lokasi. Peninjuan ke lokasi pada pukul19.30 WIB oleh tim dari Resort SM.KGLTL II melakukan koordinasi di rumah kades Pulau Banyak,” ujar Herbert Aritonang.

Dia menambahkan, selanjutnya mencari informasi dengan saksi masyarakat Pulau Banyak. Sementara pada pukul 20.15 WIB petugas menuju lokasi keberadaan buaya bersama 10 orang saksi dan kades Pulau Banyak dan masyarakat menginformasikan telah melihat sekitar tiga ekor buaya (berdasarkan ukuran tubuh satwa) sejak Sabtu 31 Oktober 2020.

Lanjutnya, masyarkat melihat satu ekor buaya pada pagi hari Rabu. Sampai saat ini masyarakat khawatir beraktifitas di sekitar lokasi karena lokasi tersebut merupakan tempat masyarakat menangkap udang dan kepiting.

“Lokasi penampakan satwa berada di sungai dengan pengaruh pasang surut air laut selebar 50 meter di APL dan HPT. 10 meter kiri dan kanan sungai adalah tegakan nipah dan perkebunan sawit PT. RAPALA. Akses menuju dermaga adalah aspal bisa dilalui mobil. Berdasarkan informasi satwa bergerak ke arah pemukiman, kami sudah koordinasi dengan Camat Tanjung Pura dan beliau membenarkan informasi itu,” tutur Herbert.

Herbert mengumbau untuk tidak beraktifitas di sekitar lokasi. Apabila harus beraktifitas tidak boleh sendiri sendiri. “Kami sudah berkoordinasi dengan KPH 1 Stabat sebagai pemangku kawasan dan juga dengan pihak PT Rapala untuk penanganan bersama. Apabila memungkinkan akan dilakukan Rescue karna pilihan ini juga cukup sulit apalagi keberadaan buaya memang sekitar habitatnya dengsn lebar sungai 50 cm. Petugas kami juga masih melakukan rencana di lapangan untuk giat penanganan terhadap buaya yang memang meresah kan itu,” tandasnya. (pi/sahrul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini