
MEDAN (podiumindonesia.com)- Persyaratan tahap ketiga akhirnya terpenuhi. Bahkan melebihi dari target yang ditentukan partai minimal 100 dukungan. Tiba pada waktunya, seluruh berkas awak bawa ke internal partai sebagai hasil ujian test sosialisasi.
“Lega sudah bisa menjalani test ketiga ini. Sudah bisa tidur nyenyak la,” ucap awak sama istri dan keluarga. Tinggal menunggu hasil pengumuman akhir la. Lulus atau tidak itu mah sudah tak lagi jadi pikiran. Yang terpenting perjuangan.
Usai lebaran barulah hasil ujian tersebut diumumkan. Alhamdulillah, lulus diterima sebagai Bacaleg PSI Kota Medan untuk Daerah Pemilihan III, meliputi tiga kecamatan, yakni Medan Perjuangan; Medan Tembung; dan Medan Timur.
Usai pengumuman kelulusan, baru lah diminta oleh partai untuk mengurus seluruh kelengkapan administrasi pengajuan Bacaleg ke penyelenggara pemilu.
PSI sebagai partai baru yang lulus verifikasi keikutsertaan di Pemilu 2019 menjadi tantangan tersendiri bagi awak. Untuk dapat mengenalkan partai ke tengah masyarakat. Walau di lapangan ditemukan banyak masyakarat yang belum mengenal namanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Perlu awak sampaikan dalam tulisan singkat ini bahwa awak (saya) memilih PSI karena tawaran tanpa MAHAR. Jika ada MAHAR-nya, pasti awak tak akan maju atau memilih PSI sebagai sampan politik.
Inilah cerita singkat HASLAN MADLI TAMBUNAN mengapa memilih PSI dan ikut dalam Pencalonan Legislatif 2019.
Sekilas Tentang HASLAN MADLI TAMBUNAN
Lahir di Kisaran pada 30 Mei 1985 silam. Terlahir dari keluarga sederhana pasangan ayahan Alm. Asmadi Tambunan dengan ibunda Halimah Tusadiyah Panjaitan. Anak paling bontot dari sembilan bersaudara. Tiga orang kakak dan 5 orang abang.
Menetap dan besar di Kota Medan, karena ayahanda pindah dinas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kota Kisaran, ketika masih berusia dua tahun. Kini berdomisili di Asrama Kowilhan Jalan Sejati Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan.
Baru 14 tahun menggeluti profesi Jurnalis di Kota Medan. Dan telah berkeluarga. Alhamdulillah diamanahkan tiga orang anak dari ‘hasil perut’ istri bernamakan Apriani Sikumbang. Dua perempuan dan satu laki-laki. (PI/IST)







