JATMAN Tegaskan Komitmen Spiritual Satu Nyawa dengan NU dan Rencanakan International Sufi Summit Conference

0
10

JAKARTA (podiumindonesia.com)— Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) menegaskan kembali posisi strategisnya sebagai benteng spiritual dan ruhani bagi Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pembukaan Rakornas JATMAN, Mudir Aly JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum menyampaikan pesan krusial mengenai pentingnya kesatuan fikrah (pemikiran), manhaj (metode), dan harakah (gerakan) antara pengamal tarekat dengan khittah NU.

​”Orang yang mengaku Nahdlatul Ulama dan pengamal tarekat, harakahnya harus satu nyawa dengan NU. Hubungan spiritual ini tidak boleh terpisah,” tegasnya di hadapan para kiai, mursyid, masayikh, serta pengurus JATMAN dari tingkat pusat hingga daerah.
​Dalam pengarahannya, Kyai Ali Masykur menyampaikan terdapat lima poin utama dan program strategis yang menjadi fokus gerakan JATMAN ke depan:

​Pertama, penguatan Hubungan Spiritual dan Manhaj dengan NU
JATMAN menekankan bahwa tarekat adalah amalan sekaligus ruh dari Nahdlatul Ulama. Pengamal tarekat di lingkungan NU diimbau untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan wajib berada dalam satu barisan spiritual yang utuh demi membimbing dan menjadi teladan (uswah) bagi umat menuju makrifatullah.
​Kedua, gerakan moral “Mentarekatkan Massal” Pejabat Negeri

Menyoroti pentingnya penyucian hati (tasfiyahtul qolbi) agar manusia tidak “buta hati” (a’ma), JATMAN meluncurkan gerakan untuk mengenalkan tarekat kepada para pimpinan bangsa, mulai dari tingkat presiden hingga bupati.

​”Tanpa hati yang bersih dan ihsan, manusia berpotensi melakukan penyimpangan. Mentarekatkan pimpinan negeri adalah ikhtiar kita agar tidak ada lagi abuse of power maupun praktik korupsi. Tarekat mengajarkan kita selalu merasa diawasi oleh Allah SWT,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keabsahan sanad muttashil bagi para mursyid yang membimbing umat.

​Ketiga, pelibatan anak muda dan Pembentukan Gematan di Perguruan Tinggi
Menjawab tantangan zaman dan maraknya konten spiritualitas tanpa sanad di media sosial, JATMAN menginstruksikan Generasi Muda Tarekat (Gematan) untuk bergerak aktif. JATMAN berencana membentuk struktur Idarah Jam’iyyah di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta (seperti Unisma, Universitas Riau, dan kampus lainnya).
​Pendekatan tarekat untuk generasi muda dan mahasiswa akan dikemas secara modern melalui branding digital yang relevan, memanfaatkan media sosial dan keterlibatan figur muda agar tarekat menjadi oase ruhaninya anak muda.

​Keempat, penguatan Peran Wanita Kiai dan Pengkaderan Wakona
JATMAN juga mendorong efektivitas peran Wanita Ahlith Thoriqoh An-Nahdliyyah (Wathonah) melalui kegiatan tawajjuhan dan istigasah yang konsisten di semua tingkatan. Wakona diharapkan dapat memanfaatkan media digital dan video pendek berdurasi satu menit untuk menjangkau pengamal tarekat dari kalangan perempuan dan milenial.
​Kelima, percepatan Pelantikan Pengurus dan Gelaran International Sufi Summit
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Rektor/Pimpinan JATMAN meminta seluruh jajaran pengurus di tingkat provinsi (Idarah Wustho) hingga kabupaten/kota (Idarah Syu’biyyah) yang belum dilantik untuk segera menyelesaikan konsolidasi organisasi.

​Sebagai puncak agenda program spiritual dunia, JATMAN mengumumkan rencana penyelenggaraan International Sufi Summit Conference pada akhir tahun ini. Konferensi ini akan menghadirkan para ulama, masayikh, sheikh, dan mursyid tarekat dari berbagai negara untuk menjadikan Indonesia sebagai mercusuar ruhani dunia.red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here