KABANJAHE (podiumindonesia.com)- Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam Runggu. Menurut Terkelin, kehadiran berbagai pihak dalam Runggu merupakan bentuk kepedulian kepada Kabupaten Karo dan masyarakatnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Martin Sitepu memaparkan permasalahan-permasalahan penanganan pascabencana yang dialami oleh para pengungsi sinabung. Beberapa permasalahan tersebut yakni terkait relokasi, evakuasi, dan terdampak.
Rapat yang berlangsung dari pagi hingga sore itu akhirnya memutuskan agar ada verifikasi ulang data KK secara lengkap di setiap desa oleh kepala desa, pembangunan infrastruktur jalan di Siosar harus disegerakan agar pembangunan rumah untuk 103 KK pengungsi bisa dipercepat, proses administrasi lahan bagi 22 KK harus diajukan ulang ke Provinsi, dan sebanyak 3 desa yang tidak terdata harus dibuatkan Perda oleh DPRD Karo. Serta kerusakan dampak erupsi, seperti lahan pertanian, atap rumah, saluran air, dan listrik segera diganti.
Wagubsu menunjuk langsung kementerian/lembaga dan dinas-dinas terkait yang bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan dan harus segera melaporkan perkembangan langsung ke Wagubsu paling lambat seminggu sejak musyawarah. Seperti Dinas Pertanian Karo yang harus segera mengusahakan penyediaan bibit untuk ditanami di lahan warga, PLN menyediakan listrik token bagi 74 KK yang belum dialiri listrik, Dinas PU Karo perbaikan jalan di desa Siosar, dan lainnya.
Turut hadir dalam Runggu tersebut Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Mewakili Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Rosita, Mewakili Kementerian Sosial Sunarti, Mewakili Kantor Staf Presiden Putra N Suryadi dan Roy Abmanyu, Pejabat BNPB Taufik Kartiko, Kepala BPBD Provsu H Riadil Akhir Lubis, Forkopimda Karo, OPD Provsu dan Karo, DPRD Karo, Camat dan para kepala desa dan perwakilan pengungsi. (PI/GS)







