Langkah Kekeluargaan Tuntaskan Konflik Di SPBU Cemara Asri

MEDAN (podiumindonesia.com)-.
Persoalan antara manajemen dan kasir di SPBU Cemara Asri akhirnya selesai secara kekeluargaan. Persoalan ini sebelumnya sempat masuk ranah hukum.


Langkah penyelesaian diambil setelah pihak manajemen SPBU, yakni Kahfilwara dan Musa Idishah (Dodi), menerima permintaan maaf dari Yati Uce, kasir SPBU yang diduga telah menggelapkan uang perusahaan. Sebagaimana diketahui, Yati sempat menjalani masa penahanan di Polrestabes Medan selama beberapa hari.

Setelah menerima permintaan maaf, pihak manajemen SPBU mencabut laporan dan Yati pun kembali bisa menghirup udara segar serta berkumpul dengan keluarga jelang Idul Fitri 1441 H ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dodi dan Ibu Wara yang telah membebaskan dan mencabut laporan,” ujar Yati saat keluar dari Mapolresta, Jumat (15/5/2020) dini hari, sembari menarik ucapan yang menyebut dirinya sempat dianiaya sebelum diserahkan ke Polrestabes Medan.

Suami Yati Uce, Maya Dipa juga turut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu langkah-langkah penyelesaian atas persoalan istrinya. Seiring itu, dia juga mencabut laporan pengaduan bernomor LP/1145/K/V/2020/SPKT Restabes Medan, tanggal 7 Mei 2020, terkait dugaan penganiayaan istrinya. Pengaduan itu dibuat di Polrestabes Medan, namun kemudian ditarik oleh Polda Sumut.

“Dengan ini, semua masalah telah selesai. Saya beserta istri meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan pengaduan yang sudah saya cabut secara resmi pada Jumat, 15 Mei 2020 melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut,” ujar Maya Dipa sewaktu dikonfirmasi wartawan di Sekretariat Korps Advokat Alumni Universitas Muhammadiyah (KAUM), Jalan Bilal, Medan, Sabtu (16/5/2020), didampingi tim kuasa hukumnya, Bambang dan disaksikan Ramli Tarigan, Tim Kuasa Hukum SPBU.

Sandri Alamsyah, juga dari Tim Kuasa Hukum SPBU, secara terpisah turut menyampaikan bahwa langkah perdamaian telah diambil kedua belah pihak. “Di Bulan Ramadhan ini, kami mengambil garis tengah, yaitu saling memaafkan. Yati Uce dapat menjalankan puasa dengan baik, kita akan berbahagia menyambut lebaran,” ungkap Sandri. (pi/din)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *