PENDIDIKAN

Pelajar Riau Praktek Kerja Industri ke Asian Agri

 

IMG_20160308_154524-800x600

Medan (PODIUM) – Sebanyak 9 pelajar SMK Negeri Pertanian Terpadu Provinsi Riau melakukan Praktek Kerja Industri di Pusat Penelitian & Pengembangan Asian Agri atau yang lebih dikenal dengan Research & Development (R&D) Asian Agri yang berada di Kebun Bahilang, Dusun I Desa Bahilang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Siswa-siswi kelas XI jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan ini dikirim oleh sekolahnya untuk menggali ilmu dan informasi dalam praktek pengolahan perkebunan kelapa sawit di Asian Agri.

Para siswa-siswi itu mendapat bimbingan dan pengawasan dari Manajemen R&D Kebun Bahilang. Selain itu, juga mendapatkan pengetahuan dan informasi seputar pengolahan kebun kelapa sawit yang benar dari Manajemen Kebun PT.Nusa Pusaka Kencana yang merupakan unit bisnis Asian Agri Group yang berada satu lokasi dengan pusat riset dan pengembangan Asian Agri tersebut.

Ke 9 siswa SMK Negeri Pertanian Terpadu asal Riau itu adalah Febri Hidayat, Sadikin Syahputra, Kaleb Syahputra, Prima Agus, Sri Wahyu Rahmadani, Adela Anggraini, Larasanti, Dita Royani menjalankan praktek kerja industri tersebut selama 3 bulan terhitung sejak tanggal 5 Januari 2016 – 15 Maret 2016.

Febri Hidayat selaku Ketua Tim Rombongan mengaku sangat bangga bisa menggali ilmu di kebun serta pusat penelitian & pengembangan kepala sawit milik Asian Agri.

Ia bersama teman-teman sebayanya diterima dan dibimbing sangat baik oleh manajemen perusahaan. Bahkan, secara terbuka Asian Agri memberikan edukasi dan pengalaman yang berharga dalam mengelola kebun kepala sawit yang baik.

“Kami memperoleh banyak pengetahuan di sini. Secara praktek lapangan, Manajemen kebun PT. NPK mengajari kami bagaimana penyemprotan, menunas, memupuk, memanen dan mengutil buah kepala sawit,” ungkap Febri didampingi ke 8 teman sekolahnya ketika berbincang kepada wartawan, baru-baru ini.

Sementara di R & D sendiri, mereka memperoleh ilmu pengujian laboratorium sample unit, mengatasi hama penyakit, agronomi serta menganalisa tanah maupun daun yang seluruh mendapat pengujian di laboratorium.

Sementara itu, Deputi Head R&D Kebun Bahilang, Yohannes Samosir didampingi Research Officer, Eny Fithri dan Manager Laboratorium Analitical, Masrina Simanjuntak mengaku, Asian Agri sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan praktek kerja lapangan, baik itu dari kalangan pelajar hingga mahasiswa.

“Penerimaan praktek kerja lapangan ini bentuk dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Indonesia khususnya Sumut,” ucap Yohannes.

Di R & D Kebun Bahilang ini, para pelajar memperoleh banyak pengetahuan pengalaman dalam berkebun kelapa sawit. “Secara teori dasar mungkin para pelajar ini memperoleh banyak informasi dari sekolah namun secara praktek kerja lapangan barulah mengetahui bagaimana proses pengolahan industri kepala sawit yang sebenarnya,” cetusnya.
Yohannes berharap, setelah memperoleh pengalaman ini, mereka (pelajar) dapat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Menurut humas Asian Agri, Lidya Veronica Ginting, Pusat Riset dan Pengembangan Asian Agri ini juga sangat membantu dalam memberikan berbagai alternative / innovasi agar perusahaan dapat menjalankan usahanya secara ramah lingkungan.

“Berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian & Pengembangan Asian Agri ini selain bermanfaat bagi internal dan eksternal perusahaan. Berbagai innovasi juga telah dihasilkan oleh R&D ini. Misalnya membasmi hama dengan menggunakan sejenis jamur, memanfaatkan limbah sebagai pupuk dlsbnya. Semuanya itu dilakukan sebagai bentuk nyata komitmen Asian Agri untuk menjalankan operasional secara ramah lingkungan,” ujarnya menambahkan. (PI – hmt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button