Pembangunan Rabat Beton Tak Tepan Sasaran, Infonya Kades Tanjung Sena & Kasi PMD Dipanggil Inspektorat

BIRU-BIRU (podiumindonesia.com)- Terkait pembangunan jalan rabat beton di Dusun I Desa Tanjung Sena, Kabupaten Deliserdang yang dituding warga tidak tepat sasaran.

Kepala Desa Tanjung Sena Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deliserdang, Julianus Kaban dikabarkan dipanggil petugas Inspektorat Kabupaten Deliserdang. Selain Julianus Kaban, Inspektorat Kabupaten Deliserdang juga dikabarkan memanggil kasi PMD Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deliserdang Nelly boru Sinaga.

Hal ini dikatakan T. Ginting kepada wartawan, Minggu (27/9/2020) siang di Biru-Biru. T. Ginting menjelaskan, ia mendengar desas desus di desanya kalau Kepala Desa Tanjung Sena Julianus Kaban dan kasi PMD Kecamatan Biru-Biru Nelly boru Sinaga dipanggil inspektorat Kabupaten Deliserdang untuk datang ke kantor pada Senin (28/9/2020).

Lanjut T. Ginting, Kepala Desa Tanjung Sena Julianus Kaban dan Kasi PMD Kecamatan Biru-Biru Nelly boru Sinaga dipanggil diduga untuk diambil keterangan terkait pembangunan jalan rabat beton yang berada di Dusun I.

Kedua perwakilan warga ini menjelaskan, pembangunan jalan sepanjang 122,5 meter dengan lebar 4,7 meter dan ketebalan 0,15 meter menggunakan anggaran APBN Tahun 2020 sebesar Rp 124,405.000 yang telah dibangun tersebut menurutnya tidak tepat sasaran.

Pembanguan jalan rabat beton tersebut diduga kuat ada konsfirasi dengan pemilik lahan kaplingan. Kenapa mesti jalan itu yang dibangun. “Dari saya lahir, tidak pernah ada jalan disitu, apa memang itu udah masuk menjadi aset desa. Kan masih banyak jalan lain yang lebih pantas dan memang telah dilalui masyarakat. Coba liat, jalan rabat beton yang telah dibangun itu, apa bisa digunakan masyarakat, kan jadi mubajir,” terang warga ini bertanya.

Lanjut dikatakannya, jalan yang dibangun tersebut menurutnya hanya untuk kepentingan seseorang dan akal-akalan kepala desa untuk menghamburkan-hamburkan anggaran.

Sementara di Dusun III Desa Tanjung Sena ada jembatan yang butuh diperbaiki dan sudah pernah kami utarakan kepada kepala desa. “Namun kami disuruh untuk memperbaikinya dengan swadaya.
Irigasi untuk mengairi persawahan warga yang dibiarkan hancur akibat diterjang banjir. Kenapa ada anggaran APBN hingga ratusan juta digunakan untuk jalan yang tidak ada manfaatnya,” ujar T. Ginting bertanya.

Hal yang sama juga dikatakan B. Ginting warga Desa Tanjung Sena, bukan kali ini saja kepala Desa bertindak semena-mena menggunakan anggaran.

“Masih banyak proyek-proyel lain yang menggunakan Dana Desa yang dibangun oleh kepala Desa diduga sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar kedua warga Desa Tanjung Sena ini. (pi/als)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *