HOAX, ujaran kebencian, dan sebagainya jadi santapan setiap saat. Dua kandidat yang bertarung pada 17 April 2019 mendatang memperlihatkan ‘taringnya’. Mereka (para tim sukses) melancarkan berbagai serangan.
Perang banding, ya, mulai sesumbar di media massa dan media sosial. Harga diri, jabatan hingga kepangkatan berperan sedemikian rupa. Hanya saja, yang belum tampak saat ini adalah perang banding.
Pasalnya, perang banding itu hanya tersiar tatkala Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat melansir jadwal kandidat di media televisi. Pun begitu, secara kasat mata kubu kedua kandidat menyatakan yang terbaik.
Soal hoax, dua kubu malah saling membantah. Hoax tercemar, ya disalahkan kubu sebelah. Begitu juga di kubu lainnya, lebih kepada pembenaran diri. Perang emosi, sudah pasti kerap bentrok.
Walau tak lah bentrok fisik, hanya sekadar koar-koar hingga tegang urat. Apalagi ketika kandidat para konseptor bertarung di salah satu media. Mereka merasa kuat, merasa yakin, percaya diri, dan bahkan mengklaim paling hebat bisa menyelamatkan bangsa ini.
Sayangnya, hal-hal berbau negatif itu cuma terurai bagi kalangan intelek. Orang awam, wow…belum tentu. Para orang awam atau sering disebut rakyat jelata cuma mau kenyataan saja.
Paling ditakutkan bagi tim sukses sejumlah serangan laiknya perang merebut kekuasaan. Dinomorsatukan, kadang kepentingan partai. Tak jarang orang awam dininaboboknya nominal rupiah, meski itu cuma dapat sekali saja.
Memang, pesta demokrasi lima tahunan ini kian seru memasuki 2019 ini. Apalagi Jokowi yang digandrungi kalangan (bilangnya semua lapisan), tapi patut dicermati di kubu sebelah.
Mereka ada sejumlah intelektual muda, inisiator cemerlang, kaum belia dan pemikir politik sensasional. Kalangan milinial, begitulah mereka sebut yang sering tampil beda di layar kaca.
Kini enam bulan lagi pertarungan nyata itu akan digelar. Dan beberapa bulan lagi debat spektakuler dengan visi dan misi ‘menjual’ atau mengumbar janji bakal tersaji. Demokratisasi jelang Pilpres ini tampak sirna. Akankah terus berulang di lima tahun mendatang? (***)








