STABAT (podiumindonesia.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Dinas Sosial Langkat telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan lantanisasi bagi masyarakat miskin yang menyebar di 23 kecamatan dengan sasaran lima unit rumah.
Dijelaskan Bupati Ngogesa, program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya adalah untuk mendorong percepatan pengentasan kemiskinan.
“Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan lantainisasi bagi masyarakatr miskin, sebab program ini bagian dari meningkatkan kualitas hidup manusia, dalam upaya membatu masyarakat miskin agar hidup lebih layak di rumah tinggalnya,” jelasnya.
Ngogesa juga berharap kepada Kepala OPD untuk lebih peka terhadap program-program yang mendorong percepatan penangannan penyandang masalah sosial, khusunya program penanganan fakir miskin. Sebab tugas ini adalah tanggung jawab seluruh OPD , khususnya yang terkait dengan pengentasan kemiskinan, dengan melakukan koordinasi kepada sekretaris daerah.
Selain Bupati juga, mengintruksikan kepada para Camat agar dapat terus mengawal perubahan basis data terpadu di masing-masing Desa dan Kelurahan. Pada verifikasi dan validasi basisi data terpadu, program penanganan fakir miskin di semester pertama tahun ini.
“Yang di mana dilaksanakan dua kali dalam satahun agar basis data terpadu dan angka kemiskinan di Langkat dapat diketahui dengan valid dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sembari mengucapkan selamat bagi penerima bantuan lantainisasi, semoga dapat meringankan beban hidup selama ini. Kepala Dinas Sosial Langkat Rina Wahyuni Marpaung S.STP M.AP, dalam paparannya, total bantuan Lantainisasi ini telah diberikan kepada 115 rumah, dengan luas kurang lebih 42 meter persegi.
Dikerjakan secara gotong royong oleh swadaya masyarakat sekitar, mulai 20 April 2018 hingga 12 Mei 2018.
“Di acara ini memberikan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan enam kecamatan, yaitu Kecamatan Berandan Barat, Wampu, Hinai, Kutambaru, Secanggang dan Besitang,” jelasnya.
Program verifikasi dan basis data Basic Data Terpadu (BDT) program penanganan fakir miskin disemester pertama tahun ini , dilakukan setahun 2 kali sesuai Permensos No: 146/HUK/2016 tentang kriteria fakir miskin dan orang tidak mampu.
Menurut basis data Basic Data Terpadu (BDT) TAHUN 2015 dI Langkat masih terdapat sebanyak 542.583 jiwa atau 146.784 keluarga miskin. Dari itu harus dilakukan upaya pengentasan melalui upaya -upaya program penanganan fakis miskin baik dengan dana dari APBN, APBD Provinsi mau pun dari APBD Langkat.
“Saya berharap Semua pihak mendukung program ini dengan sungguh-sungguh agar angka kemiskinan tersebut dapat kita minimalisasi secara objektif,” imbaunya.
Terpisah, pada acara tersebut ke 155 orang penerima bantuan lantainisasi itu, juga mendapat bantuan taliasih berupa satu kain sarung perorang dari Putri Bupati Langkat anggota DPR RI fraksi Golkar Delia Pratiwi Boru Sitepu.
Dihadiri para Asisiten dan Kepala OPD dijajaran Pemkab.Langkat, para Camat se-Langkat, TKSK Langkat se-Langkat, serta ibu bapak penerima bantuan Lantainisasi sebanyak 115 orang. (PI/01)







