Realisasi Panen Padi Petani Langkat 50,20 Persen

LANGKAT (podiumindonesia.com)- Realisasi panen padi petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sekarang ini sudah mencapai 50,20 persen dari rencana panen seluas 91.085 hektare, terutama pada lahan beririgasi teknis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Nasiruddin, di Stabat, Rabu, menjelaskan panen kali ini sudah sesuai dengan rencana yang dilakukan oleh instansinya, diharapkan akan terus meningkat sesuai dengan harapan untuk bulan-bulan berikutnya.

Dari rencana panen seluas 91.085 hektare itu sudah dipanen oleh pateni seluas 45.721 hektare, terluas berada di Kecamatan Sei Bingei, Sirapit, Bahorok, Salapian, Binjai, Stabat, Secanggang, Hinai, Tanjungpura, Gebang.

“Varietas yang dipanen petani juga bervariasi dari mulai Inpari, Mikongga, Ciherang, lokal maupun varietas lainnya,” katanya.

Tidak hanya padi sawah saja yang panen sekarang ini, petani lahan tadah hujan (gogo) sekarang inbi juga sudah panen. Ini juga sebagai salah satu penopang keberhasilan tanaman padi di daerah ini terutama di kawasan curah hujannya sedikit.

Seperti di Kecamatan Selesai, Sei Lepan, Besitang, dimana realisasi panennya sudah mencapai 417 hektare dari rencana panen seluas 672 hektare atau 62,05 persen.

“Kondisi panen kedua pertanaman padi di Langkat ini sangat memberikan konstribusi besar buat kecukupan dan swasembada beras di daerah ini, selain itu juga sebagai pendukung ketahanan pangan nasional terutama untuk Sumaterra Utara,” ujarnya.

Untuk itu, instansinya terus memberikan dorongan kepada petani di daerah itu agar terus melakukan pertanaman sesuai dengan ketentuan yang ada agar target tanam maupun target panen dapat berhasil.

Tidak hanya itu, pihaknya juga terus memberikan berbagai bantuan benih padi dari berbagai varietas untuk pertanaman padi, alat mesin pertanian seperti hand tractor tangan, hand tractor roda empat, peralatan tanam jajar legowo (Jarwo), pupuk.

“Mudah-mudahan daerah ini akan terus memberikan kontribusi yang besar bagi produksi hasil padi di Sumatera Utara, dimana untuk tahun 2017 yang lalu saja mampu surplus 194.902 ton dan swasembada beras 332.985 ton,” katanya. (PI/ANT)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *