Beranda DAERAH Cipayung Plus Deliserdang Akan Gelar Nobar Film Pesta Babi

Cipayung Plus Deliserdang Akan Gelar Nobar Film Pesta Babi

4
0

DELISERDANG – Meski dilarang di sejumlah tempat di Indonesia, Mahasiswa Cipayung Plus Deliserdang justru berencana menggelar kegiatan diskusi dan nonton bersama atau nobar penayangan film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.

Kegiatan itu akan digelar di Waroenk Abah Awak, Jalan Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang pada Selasa, 19 Mei 2026.

“Kami mengundang dan mengajak seluruh elemen gerakan pemuda, rekan-rekan mahasiswa dari berbagai multidisiplin ilmu, serta masyarakat luas di wilayah Kabupaten Deli Serdang untuk hadir, menyaksikan, dan menguliti bersama realitas yang terjadi di Papua lewat film ini,” kata Ketua Umum HMI Deliserdang, Fredy Dermawan, Senin (18/5/ 2026).

Fredy yang merupakan salah satu representasi dari aliansi pemuda dan mahasiswa Cipayung Plus yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu menyebut, bahwa mahasiswa di Kabupaten Deliserdang berkomitmen untuk menyediakan ruang dialektika yang sehat, kritis, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat guna merawat nalar kritis serta menumbuhkan kepekaan sosial lintas daerah yang melampaui batas-batas geografis.

“Ini adalah momentum krusial bagi kita untuk memperluas cakrawala pandang, mendebat ketidakadilan secara objektif, dan memperkuat fondasi solidaritas kebangsaan yang utuh. Kita tidak boleh menutup mata terhadap apa yang dialami saudara-saudara kita di sana,” ungkapnya.

Fredy menjelaskan, film ini dinilai secara berani menelanjangi potret buram serta sisa-sisa realitas kolonialisme modern, perampasan ruang hidup, marginalisasi ekonomi, hingga penindasan struktural yang hingga detik ini masih dirasakan oleh masyarakat adat di Tanah Papua.

“Melalui tajuk “Pesta Babi”, sinema ini merekam bagaimana sebuah tradisi, identitas, dan hak asasi sering kali dibenturkan dengan kepentingan eksploitatif, menyisakan luka mendalam bagi masyarakat di ujung timur Indonesia tersebut,” katanya.

Fredy mengatakan bahwa forum diskusi setelah pemutaran film akan diarahkan untuk membedah akar masalah multidimensi di Papua, mulai dari pendekatan keamanan, eksploitasi sumber daya alam, hingga pengabaian hak-hak adat.

Katanya, kehadiran berbagai warna organisasi di Cipayung Plus Deliserdang (HMI, KAMMI, IMM, HIMMAH, GMNI) diharapkan mampu memperkaya perspektif dan melahirkan pemikiran-pemikiran transformatif serta kesadaran kolektif di kalangan pemuda Deli Serdang.

Selain berfungsi sebagai ruang edukasi ilmiah dan perdebatan gagasan, acara ini juga disisipi dengan aksi solidaritas nyata.

Panitia pelaksana secara terbuka mengimbau dan mengetuk hati para pengunjung yang hadir untuk dapat menyiapkan donasi terbaik mereka selama acara berlangsung. Seluruh dana yang terkumpul dari kantong-kantong donasi tersebut nantinya akan disalurkan secara transparan dan langsung untuk membantu meringankan beban serta mendukung pemenuhan kebutuhan mendasar saudara-saudara yang membutuhkan di Tanah Papua.

“Acara Nonton Bareng dan Diskusi Publik ini dikonsep secara terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk (gratis). Panitia berharap kehadiran massa yang masif dapat menghidupkan atmosfer diskusi yang dinamis. Bagi masyarakat umum, akademisi, pemuda, maupun rekan-rekan pers/awak media yang ingin mengonfirmasi kehadiran atau membutuhkan informasi teknis lebih lanjut mengenai susunan acara, dapat langsung menghubungi saluran komunikasi panitia melalui narahubung: 0813-6156-8910 (Asril),” Pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini