Beranda Uncategorized Desa Secanggang  Gelar Rakor di  Awal Tahun 2026

Desa Secanggang  Gelar Rakor di  Awal Tahun 2026

252
0

SECANGGANG – Pemdes Secanggang Kab.Langkat,Jum’at 02z/01 2026 mengadakan Rapat Kordinasi awal tahun 2026. Rakor yang dihadiri seluruh Kaur,Kasi dan Kadus.

DI kesempatan itu, Kades T Syaiful Anhar mohonmaaf kepada perangkat desa dan Kadus atas prilakunya yang tidak pas dan menyinggung perasaan selama setahun terakhir dalam bekerja dan melaksanakan tugas selaku Kades.
Syaiful juga menyampaikan arahan serta info tentang turunnya pagu anggaran DD untuk desa Secanggang dari 1.564M menjadi 373jt.

“Apa yang diputuskan oleh pemerintah pusat adalah yang terbaik bagi kita, buat apa pagu DD begitu besar kalau tak bermanfaat bagi warga desa Secanggang “ujarnya.

 

Lebih lanjut, sambung Syaiful, “DD kita besar tapi menjadi masalah dalam pengerjaan dilapangan, terlalu banyak pengeluaran yang tidak pas dan harus kita pertanggung jawabkan.Kalau menurut saya pribadi “tak perlu ada DD lagi” dari pemerintah untuk Pemdes, karena akan jadi bancakan dan kita serba sulit,”  ujarnya.

Walaupun DD terjun bebas ditahun 2026 ini, kita harus terus bekerja (membangun apa yang bisa dikerjakan), DD bukanlah tujuan ptibadi saya untuk nenjadi Kades lanjutnya.

Visi dan misi saya sewaktu mencalonkan diri menjadi Kades adalah membangun desa tempat kelahiran.saya dan kampung kelahiran Ibu saya. Kalau masing-masing keluarga yang punya kaitan dengan desa Secanggang turut membangun desa, saya berkeyakinan dalam waktu 5 sampai 10 tahun kedepan desa Secanggang bisa jadi desa mandiri dan tidak lagi mengharap belas kasihan dari pemerintah.

Tugas berat kita saat ini adalah merobah manshat sebagisn warga yang ingin terus mendapat perhatian dan pelayanan dengan cara berpura-pura menjadi orang susah. Yang terjadi saat ini “lebih galak yang pura-pura susah daripada orang yang betul-betul susah” ujarnya.

Menurut Syaiful, dimasa kecilnya dulu (ditahin 60an – red) tidak ada warga yang berani mengakui dirinya adalah orang susah. Karena menurut Ulama, orang tua dan cendikiawan saat itu, “apabila kita mengakui diri orang susah,sementara kita orang yang mampu maka Allah akan mengabulkan apa yang kita ucapkan”.

Tugas kita memang berat, kareba kini peran.Ulama, orang tua dan Cendikiawan sudah bergeser ke piranti lunak ujar Syaiful dengan nada bergetar.
Untuk utulah saya selaku Kades berharap “kira bisa berbuat yang terbaik bagi desa kita ini tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini