Evaluasi Pemilu Serentak: Disarankan Pilpres Lebih Dulu Ketimbang Pileg

JAKARTA (podiumindonesia.com)- Banyak pihak menyarankan pemilihan umum legislatif dan presiden yang digelar serentak agar ditinjau kembali. Hal ini usai banyaknya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia saat menjalankan ataupun usai bertugas.

Menanggapi fenomena ini, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago sepakat dengan usulan peninjauan kembali pelaksaan pemilu serentak. Hal itu juga dikarenakan banyaknya permasalahan yang ada di lapangan.

“Saya pribadi meminta jadwal pemilu ditinjau ulang, terlalu melelahkan, sebaiknya pilpres lebih dulu baru pileg,” ucap Irma, Rabu (24/4/2019). Ia melanjutkan, dipisahnya waktu antara pilpres dengan pileg agar pemilih bisa lebih berkonsentrasi dalam menentukan pilihan. Selain itu, kata Irma, juga agar anggota KPPS tidak terlalu lelah ketika melaksanakan tugas.

“Sehingga, konsentrasi pemilih juga tidak terpecah dan petugas tidak kelelahan,” kata ketua DPP Partai Nasdem ini. Sebagaimana diketahui, sebanyak 144 panitia kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS‎) meninggal dunia. Sementara 883 lainnya mengalami sakit saat bertugas. (pi/okz)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *