Gugatan Pilkada JR Saragih Dituding Permainan Praktik Ijazah

MEDAN (podiumindonesia.com)- Perkara gugatan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur JR Saragih-Ance Selian mensinyalir adanya praktik dugaan politik ijazah, yang dimainkan pihak tertentu.

Pengamat politik yang juga merupakan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Dadang Darmawan Pasaribu menilai persoalan ijazah SMA tersebut telah mengaburkan hal substanstif dalam penetapan calon gubernur.

Menurutnya, ijazah merupakan hal administratif dari proses pasangan untuk mengajukan diri sebagai calon kepala daerah. Disisi lain ada faktor utama yang semestinya dikedepankan adalah sistem demokrasi yang dibangun.

Memperdebatkan legalisir ijazah SMA sebagai salah satu syarat menjadi calon gubernur itu, dinilai Dadang akan menjadikan prinsip demokrasi tercederai.

“Bagi masyarakat, dengan munculnya kasus ijazah JR ini semakin memunculkan adanya dugaan politik ijazah, yang ‘dimainkan’ pihak tertentu. Yang semakin menjauhkan demokrasi dari prinsip-prinsipnya yang jujur adil dan terbuka,” ujarnya Dadang, kemarin.

Diketahui pasangan JR Saragih-Ance Selian menggugat keputusan KPU Sumut yang menggagalkan mereka untuk ditetapkan sebagai pasangan calon di Pilgubsu 2018. KPU Sumut beralasan keputusan ini karena legalisir ijazah pendidikan sma JR saragih tidak mendapat pengakuan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. (PI/RMOL)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *