DAERAH

Syah Afandin: Jangan Dipuji Tapi Bantuan Ini Bentuk Tanggungjawab Seorang Pemimpin

Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk Gelaran MTQ Tanjung Pura  

 

TANJUNGPURA (podiumindonesia.com)- Plt Bupati Langkat H Syah Afandin, SH membuka MTQ ke 56 Kecamatan Tanjung Pura Tahun 2023, bertempat di MTs Swasta Yaspen Muslim di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Kamis (7/9/2023). Di kesempatan itu, Syah Afandin menyerahkan bantuan senilai ratusan juta kepada penerima. Dirinya pun berharap bantuan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Langkat.

“Sebab bantuan ini jangan dipuji, karena itu merupakan tanggungjawab seorang pemimpin kepada rakyatnya,” pungkas orang nomor satu di Langkat itu.

Selanjutnya, Plt Bupati Langkat mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia. Dirinya kagum melihat cukup banyak peserta yang hadir ditambah beberapa elemen masyarakat yang menerima bantuan.

Selanjut Afandin menjelaskan, bahwa R APBD nilainya sekitar Rp5 miliar lebih untuk Tanjungpura. “Terkadang orang lupa Tanjung Pura ini adalah cikal bakal Kabupaten Langkat sekarang history, maka P APBD ini lah saya naikkan 160% jadi Rp13 miliar lebih,” sebutnya.

Selain itu, ditambah lagi ada dari Perkim untuk membangun jalan-jalan yang kecil-kecil senilai satu miliar lebih. “Inilah bentuk tanggung jawab dari pemimpin. Saya tidak pernah merasa bangga sedikitpun dengan bantuan yang ada, itu belum cukup tapi mohon maaf itu tidak dipertanyakan nanti sebagai pertanggungjawaban saya, ketika saya di akhirat, apa yang sudah kau lakukan terhadap orang yang kau pimpin untuk mendekatkan diri kepadaku,” ujar Syah Afandin.

Terkait dengan MTQ ini, lanjut Afandin, dirinya perlu menjabarkan, sedikit miris sebab terkadang mengikuti MTQ hanya untuk hadiahnya saja. “Ingat tujuannya adalah, agar sebab peristiwa hari ini dalam pelaksanaan dilakukan sebagai permulaan supaya besok, lusa, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan Alquran itu sudah tertanam melekat dalam jiwa kita,” katanya.

Dalam rangka mendukung Langkat yang religius, Afandin berpendapat, MTQ bukan ajang untuk mendapatkan juara satu daerah, dengan memakai qori dan qoriah dari daerah lain. “Silahkan saja siapa yang ada di daerah Pematang Tengah inilah yang ada orang pemudanya, kalau dapat Alhamdulillah kalau enggak enggak apa-apa,” ujarnya.

Maka esensi utama yang menjadi tujuan, tegas Afandin, adalah bagaimana keberkahan dari Allah itu bisa turun kembali di bumi langkat yang kita cintai, yang kalau bapak ibu lihat secara sejarah sangat luar biasa.

“Itu dibutuhkan dari peningkatan rasa syukur kita kepada Allah, mulai dari MTQ anak-anak kita harus kita pelajari generasi yang mencintai Alquran tidak terpengaruh dengan handphone terus, tanpa sadar terkadang kita, anak kita cucu ketimbang dia nangis kita tenangkan dengan memberi handphone,” ujarnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button