‘Tunggu Saya di Januari’

LANGKAT (podiumindonesia.com)- Tembang lawas “Setulus Hati Ku Tuhan” dilantunkan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi. Itu tergambar di Batalyon Infantri Raider 100/Prajurit Setia, Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu pekan lalu.

Lagu tersebut mengisyaratkan bahwa jenderal bintang tiga yang pernah menjabat sebagai Danyonif Raider 100/PS (dahulu Linud,red) dengan ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya bertarung di Pilgubsu 2018 mendatang.

Kunjungan mantan Pangdam I/BB ini juga sekaligus menggelar Reuni Akbar sembari bertatap muka kepada para Prajurit Setia tersebut.

Ada pun tujuan diadakannya Reuni Akbar Prajurit Setia untuk mempererat silaturrahmi sesama prajurit dan sesama prajurit Eks Linud 100/PS dan sekaligus memberikan pengarahan.

Pada kesempatan tersebut, Pangkostrad menyampaikan kesannya dan pengalamannya semasa bertugas di Linud 100/PS.

“Saya bangga kepada seluruh Prajurit Yonif Raider 100/PS dan keluarganya, kalian harus kompak,jaga nama baik satuan dan ingat jangan ada yang melanggar hukum,” tegas Pangkostrad.

Hadir dalam kegiatan Reuni Akbar di antaranya, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahhmayadi, Asintel Kasdam Kolonel Inf Maulana Ridwan, Dandim 0203/Lkt Letkol Arh Dedy Rahmanto MSi (Han), Dandim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto, Danbrigif 7/RR Kol Inf Dody, Aspers Kasdam I/BB,Aster Kasdam I/BB,Aslog Kasdam I/BB, Kapendam I/BB, KaKudam I/BB, Danyonif Raider 100/PS, juga hadir Kapen Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya, Para Prajurit Raider 100/PS terdiri dari PA, BA Dan TA.

Sebelumnya, Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi menyatakan keteguhan untuk maju di Pilgubsu mendatang. Ketua Umum PSSI itu menyebut tidak mau menjadi sosok nomor dua alias bakal calon wakil gubernur.

Edy tetap kukuh ingin maju sebagai Bakal Calon Gubernur Sumut meskipun bila nanti ada partai yang hendak mengusungnya sebagai Bakal Wakil Gubernur Sumut.

“Saya tidak mau. Saya pengin jadi nahkoda, bukan pembantu nahkoda. Kita sudah putuskan itu, tidak ada tawar-menawar. Saya tak mau nomor dua,” kata Edy.

Selain tak ingin jadi nomor dua, Edy juga blak-blakan bilang tidak mau “dikawinkan” partai. Edy ingin dirinya sendiri yang memilih sosok yang akan mendampinginya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur.

“Yang kedua saya tidak mau dikawinkan, saya sendiri yang mencari istri (calon wakil),” katanya.

Pada kesempatan ini, Edy mengatakan sudah ada partai yang bersedia mengusungnya. Namun, partai itu belum resmi mendeklarasikan dan mengekspos ke publik terkait dukungan itu.

“Tujuan saya menjadi gubernur bukan hanya menjadi gubernur, bukan hanya mengambil power (kekuasaan). Saya bisa berbuat sesuai dengan power saya itu dan insya Allah saya akan mengembalikan posisi Sumatera Utara pada posisi the big five di seluruh provinsi di Indonesia. Nah, sekarang ini Sumatera Utara jauh sekali. Pada zaman saya SMA, Sumatera Utara nomor tiga. Nomor satunya Jakarta, nomor dua Surabaya, nomor tiga Sumatera Utara,” tukasnya.

“Semata adalah pengabdian selaku putra daerah, yang tak ingin lagi melihat Sumut terpuruk. Saya ingin kembali membangun martabat Sumatera Utara sebagai bentuk pengabdian saya selaku seorang prajurit,” ujar Edy.

Dijelaskan Edy bahwa 30 persen Sumut itu adalah menengah ke atas, 70 persennya menengah ke bawah.”Dan kita ini one man one vote dalam demokrasi. Yang jelasnya profesor dengan tukang sapu itu posisinya sama dalam memilih seorang gubernur. Nah ini yang sedang saya pelajari,” sebut Edy.

Edy mengatakan, dirinya akan mengundurkan diri pada saat KPU Sumut resmi membuka pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023.

“Di situ lah saya akan mengundurkan diri. Itu yang paling lambat,” pungkasnya.

Paling tidak, kata dia, Januari nanti akan mengundurkan diri sebagai Pangkostrad. Dalam Surat Keputusan KPU Sumut Nomor 86 Tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal Pilgub Sumut 2018, jadwal pendaftaran pasangan calon ditetapkan pada 8-10 Januari 2018.

Edy mengklaim Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah menyetujui langkahnya mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hanya saja, dia menyatakan akan kembali menemui Gatot sesaat sebelum pengunduran diri.

“Iya (Gatot Setuju -red). Fix lah nanti saya menghadap beliau dulu,” sebutnya.

Sedangkan untuk penetapan pasangan calonnya, baik itu dari jalur perseorangan maupun jalur partai politik akan dilakukan pada 12 Februari 2018.

Bagi pasangan yang mendaftar melalui partai politik, harus didukung sekurang-kurangnya oleh partai politik atau gabungan partai politik yang saat ini memiliki 20 persen kursi DPRD Sumut.

Sementara untuk paslon perseorangan harus mendapat dukungan sekurang-kurangnya 7,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) terakhir.

Penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan akan dibuka 22-26 November 2017. (Tim)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *