BIINTAN – Semangat membangun kemitraan yang kuat demi kemajuan sektor perikanan melatarbelakangi pembentukan Asosiasi Pengusaha Ikan Tambelan (APIT). Organisasi ini resmi dibentuk melalui musyawarah yang dihadiri para pengusaha perikanan, penampung ikan, pemilik armada angkut hasil perikanan, serta tokoh masyarakat Kecamatan Tambelan sebagai wadah untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pembentukan APIT merupakan hasil dari komunikasi dan diskusi yang terjalin antara para pelaku usaha perikanan dengan Kepala UPTD Pelayanan Usaha Perikanan Tambelan, Fermansyah Fatria Pratama. Dari kesamaan pandangan tersebut lahir komitmen untuk membangun organisasi yang mampu menjadi jembatan kemitraan antar pelaku usaha, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, serta menciptakan tata kelola usaha perikanan yang sehat, tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Fermansyah menegaskan bahwa APIT dibentuk bukan hanya sebagai organisasi profesi, melainkan sebagai rumah besar yang menyatukan seluruh pelaku usaha perikanan di Tambelan. Menurutnya, kemajuan sektor perikanan hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, saling mendukung, dan kemitraan yang kuat. “APIT bukan sekadar sebuah organisasi, tetapi rumah besar bagi seluruh pengusaha perikanan Tambelan. Melalui kebersamaan, kita dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, saling menghargai, dan bersama-sama mendorong kemajuan perikanan yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan membangun organisasi yang profesional, seluruh peserta secara mufakat mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman organisasi sekaligus memilih kepengurusan perdana APIT, dengan Ramijan sebagai Ketua, Aufa Orakel sebagai Sekretaris, dan Heriyanto sebagai Bendahara. Ketua terpilih, Ramijan, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan APIT sebagai organisasi yang solid, mampu melindungi kepentingan seluruh anggota, mempererat persatuan antar pelaku usaha, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kemajuan sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan maupun pelaku usaha di Kecamatan Tambelan.
Kehadiran APIT juga mendapat dukungan dari Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tambelan yang menilai organisasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat persaudaraan, budaya musyawarah, dan semangat gotong royong di kalangan pelaku usaha perikanan. Melalui kemitraan yang semakin erat antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, APIT diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan potensi perikanan Tambelan sehingga semakin maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau.Naskah ini lebih menekankan bahwa tujuan utama APIT adalah membangun kemitraan, memperkuat sinergi, dan menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai hasil akhir dari kolaborasi para pelaku usaha, sehingga isi berita lebih selaras dengan judul yang dipilih.







