ACEH (podiumindonesia.com)- Salah satu dari 60 jasad korban tsunami yang dibongkar dari kuburan massal di Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, diketahui identitasnya. Dari KTP dan SIM yang ditemukan warga, tercatat korban bernama Muhammad Dahlan Djamil, warga Paloh Awee, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.
Atas infomasi tersebut, pihak keluarga korban di Paloh Awee dilaporkan sudah menuju ke Banda Aceh untuk melihat jasad korban dan mengetahui lokasi pemakaman baru, yang akan dipindahkan aparatur Gampong Suleue.
“Iya sudah, setelah dapat informasi pihak keluarga korban semalam langsung berangkat ke Banda Aceh,” ujar Keuchik Paloh Awee, Saifuddin, kemarin.
Meskipun demikian, atas berbagai pertimbangan, jasad korban tidak akan dibawa pulang lagi ke Paloh Awee.
“Kemungkinan tidak dibawa pulang lagi mengingat kondisi jasad dan jarak tempuh. Keluarga bersyukur jasad almarhum ditemukan. Jadi dimana saja dikebumikan keluarga sudah ikhlas,” ungkapnya.
Korban diketahui memiliki dua anak perempuan yang kini tinggal di Paloh Awee. Selain itu kakak dan abang kandung korban juga masih hidup.
“Jadi keluarga kesana untuk memastikan lokasi baru pemakaman korban agar mudah ditandai dan diingat oleh sanak keluarga kedepannya. Seluruh warga Paloh Awee juga mendoakan agar korban Husnul Khatimah,” kata Saifuddin.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, perangkat Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar membongkar kuburan massal korban Tsunami Aceh, Sabtu (3/3). Ada 60 jenazah yang diangkat dari kuburan massal itu, dan semuanya dipindahkan ke kuburan umum di Gampong Miruek Taman, kecamatan setempat.
Beberapa jenazah di antaranya masih terlihat utuh dan juga ada yang tinggal tulang-belulang. Bahkan, dua dari 60 total jenazah tersebut ditemukan identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik korban Muhammad Dahlan Djamil warga asal Paloh Awee, Muara Batu, Aceh Utara. Tak hanya itu, masyarakat juga menemukan sejumlah perhiasan milik korban seperti emas. (PI/AJNN)







