HUKUM

Sudah Saatnya OKP Melepas Atribut Mirip Militer

 

polri tni pemerintah-800x613

Medan (PODIUM) – Pengecatan ornamen atribut mirip militer yang digunakan Organisasi Kepemudaan (OKP) mendapat tanggapan dari Akademisi Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar.

Menurutnya, gebrakan itu sangat positif dan perlu dilakukan.

Ia beranggapan, pemuda yang bergabung dalam organisasi kepemudaan beratributkan mirip militer harus melepaskan dirinya dari bayang-bayang militer.

Sekretaris Umum Majelis Pimpinan Pusat Parsadaan Luat Pahae Indonesia (MPP-PLPI) ini mengatakan, orang yang menggunakan seragam militer itu sangat anti demokrasi, tidak ada dialog di situ.

Shohibul menambahkan, jika OKP masih menggunakan seragam mirip militer itu, maka OKP tidak akan maju-maju. “Kalo mereka masih memposisikan diri di bawah bayang-bayang tentara itu, maka OKP tidak akan maju,” ucapnya, Minggu (21/2/2016).

Bayangkan saja, lanjut Shohibul, tentara saja sudah tidak seperti itu sekarang. “Tentara kita sudah tidak seperti itu sekarang. Doktrinnya sudah lain,” jelasnya.

Kandidat Doktor dari Univetsitas Airlangga Surabaya ini menegaskan, terminologi-terminologi militer yang dipahami pemuda seperti itulah yang membuat para pemuda itu tetap menjadi musuh bagi negaranya.

Mengapa? Karena dia (pemuda) tidak mempersiapkan diri sebagai komponen yang ikut mendorong pembangunan melalui demokrasi dan lainnya.

Alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini melihat bahwa hal itulah salahsatu penyebab maka Indonesia tidak maju-maju. (PI – hmt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button